549289 freepik

Dihari yang cerah di bumi, Tiba-tiba saat kamu melihat keatas langit kamu di kejutkan dengan banyaknya pesawat luar angkasa yang bersliweran di atas planet kita sampe bikin heboh. Semua orang mulai panik dan sebuah pintu dari pesawat yang paling besar tebuka. Dan keluarlah makhluk asing. Dia bisa menirukan bahasa kita kemudian dia berkata : "Hai, kami berasal dari bintang jauh Proxima Centauri"

Eits.. hal itu bisa saja terjadi lho.,karena para ilmuwan belum lama baru saja menangkap signal radio misterius dari bintang tersebut.

Proxima Centauri adalah bintang yang paling dekat dengan tata surya. Jaraknya sekitar 4,2 tahun cahaya dari Bumi. Jadi jika ada seberkas cahaya dari bintang ini maka akan sampai dibumi dalam watku 4,2 tahun. Sedangkan perjalanannya sendiri bisa 270.000 kali jarak dari bumi ke matahari. Bintang ini akan terlihat buram di malam hari jika kita hanya mengamatinya dengan mata telanjang tapi sistemnya ini juga menyimpan misteri.
Biar gak penasaran gimana klo kita cek bersama sama lebih dekat.

Wusssss.. kita sampai di Katai Merah ukurannya 7x lebih kecil dari matahari dan tentu beratnya 8x lebih ringan. Proxima centauri sendiri ukurannya  1,5x lebih besar dari Jupiter dan bobotnya 150x lebih berat. Udah nyampe nih boss? . Belum objek yang kita cari masih jauh nih , Planet Proxima Centauri B sangat mirip dengan bumi. Ukurannya cuma 10% lebih besar dari bumi. Lokasinya ada di zona layak huni bintang , jaraknya juga pas gak kejauhan dan gak terlalu mepet. Suhunya juga pas gak terlalu panas dan gak terlalu dingin. Kemungkin jika ada ada air, kehidupan akan muncul dan berkembang. Atau mungkin peradabannya justru lebih berkembang sampai bisa mengirim signal ke bumi.

Proxima Centauri B

Signal Radio adalah bentuk gelombang yang memiliki panjang dan frekuensi. Para ilmuwan yang super duper hebat pasti juga udah bisa ngebedain antara signal asli dan signal buatan. Signal yang tertangkap dari Proxima Centauri B punya frekuensi 982 Megahertz sedangkan signal radio yang biasa kita dengarkan di mobil atau hape itu punya frekuensi 100 Megahertz. Makanya para ilmuwan langsung menyimpulkan kalau itu adalah signal buatan. Signal seperti itu mungkin sudah di gunakan di semesta yang sudah berkembang. Kalau seandainya signal tersebut berisi pesan dari peradapan lain diluar angkasa maka para ahli harus memecahkannya. 
Manusia juga sudah pernah mengirimkan pesan ke luar angkasa. Iya, Pesan Arecibo , iya pesan ini berisi 1.679 digit. Bentuknya persegi yang berisi 23 baris dan 73 kolom. Didalamnya terdapat informasi yang di lambangkan dalam kode biner. Signal ini sudah dalam perjalanan ke gugus bintang M13 sejauh 25.000 tahun cahaya , jadi akan sampe di tujuan 25.000 tahun lagi, dan kita harus menunggu 25.000 berikutnya untuk mendapat jawabannya kalaupun di luar angkasa sana ada peradaban yang menerima signal ini.
Kalau signal dari Proxima Centauri berisi pesan , kita butuh waktu untuk memahami isinya.

Sebelumnya pada tahun 1977 bumi juga pernah menerima signal aneh, Wow !
Dan di perkirakan signal itu berasal dari rasi bintang sagitarius. Teleskop menangkap signal ini selama 72 detik. Namun saat peneliti mengamatinya, mereka menyimpulkan bahwa itu adalah signal buatan.
Pada tahun 2017 para peneliti merekam suar dari Proxima Centauri dalam 10 detik saja bintang ini bertambah terang sampai 1000x lipat, sebelumnya juga sempat terdeteksi suar yang lebih lemah tapi berlangsung selama 2 menit. Dengan suar ini Proxima Centauri memancarkan radiasi yang sangat tinggi meski di planet pendampingnya ada kehidupan, suar ini kemungkinan telah menghancurkannya. Angin bintang pasti sudah menghempaskan atmosfernya  dan membuat permukaannya tak bernyawa. Dibanding bumi, radiasi yang di terima Proxima Centauri B sebanyak 60x lebih besar, sedangkan radiasi sinar X nya 400x lebih kuat.

Peneliti kemudian memprediksi kemungkinan ada ke kehidupan di planet ini adalah 1 : 100.000.000. Mereka memang belum tau pasti apakah signal ini buatan atau alami. 
Untuk skenario pesawat luar angkasa diatas sebelumnya kemungkinan gak akan terjadi. Untuk mencari tau peradaban lain di luar angkasa kita hanya bisa menggunakan gelombang radio dengan kecepatan cahaya. Kendala utamanya yaitu jaraknya yang cukup jauh. Di galaxy kita (Bima Sakti) berdiameter 100.000 tahun cahaya. Disebrangnya mungkin saja ada kehidupan, untuk bisa mengirim signal kita membutuhkan waktu 100.000 tahun dan untuk menerimanya kita harus menunggu 100.000 tahun lagi. 

Terakhir, di alam semesta ini ada sekitar 2 trilliun galaxy, dan trilliunan bintang yang mirip matahari, dan mungkin di sekelilingnya terdapat satu planet yang mirip dengan bumi.